about me I

Senin, 12 Desember 2011

Lembut di tangan


Di kemasan deterjen pencuci pakaian biasanya tertulis kata - kata "Lembut di Tangan", namun meskipun ada "jaminan" bahwa deterjen pencuci pakaian itu lembut untuk tangan, tentu saja kita tidak akan merendam tangan kita seharian di dalam air deterjen karena ingin "melembutkan" tangan. Meskipun (mungkin) lembut untuk tangan, deterjen dibuat untuk mencuci pakaian, bukan untuk melembutkan tangan.

Hidup kita hari ini disesaki oleh ribuan iklan yang berlomba - lomba mengejar kita dimanapun kita berada. Dari mulai membuka mata sampai menutup mata. Dari mulai iklan TV, koran, radio, bilboard, pamplet, sampai "hujan SMS Iklan" yang tiba - tiba masuk begitu saja ke inbox di handphone kita.

Hidup kita juga mungkin belum lengkap kalau belum pernah terkena "jebakan" MLM (Multi Level Marketing) : Ditelepon teman, bilangnya ada bisnis bagus, padahal ... MLM. Di undang teman, katanya mau diajak makan malam, padahal MLM. ;-)

Tidak semua barang dan jasa yang di iklan kan itu kita butuhkan. Tidak semua produk dan jasa yang ditawarkan dengan sistem MLM itu kita butuhkan. Namun, ketika "iklan" itu bercerita tentang "peluang usaha" yang konon bisa dilakukan oleh siapa saja, di mana saja dengan modal "berapa ajah", namun, ketika "iklan" itu bercerita tentang "peluang kaya raya dalam tempo singkat ", "Mobil dan rumah mewah" , yang - konon - bisa diraih hanya dengan cara ngajak orang untuk membeli sabun pencuci serbaguna ;-) atau membeli suplement "ajaip" yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit, ... maka ... semua barang dan produk itu menjadi seolah tak penting lagi. "Sabun cuci serbaguna" dan "Suplement ajaip" itu menjadi tak penting lagi ...Yang penting adalah ... bisa cepat kaya .

Hari ini kita sangat sulit menemukan iklan yang jujur. Hari ini sebagian konsumen sudah mulai cerdas untuk tidak terlalu cepat percaya pada iklan. Apalagi ketika iklan itu terlalu bombastis. Seperti iklan "Tabib Sakti Mandraguna" yang konon bisa menyembuhkan segala macam penyakit, dari mulai Impotensi, kanker sampai HIV, dari mulai panas dalam sampai santet. Seolah meniadakan sekian banyak dokter specialis yang jumpalitan belajar seumur hidup di dunia medis.


Iklan adalah bagian dari marketing.


KETIKA sebuah perusahaan yang berbasis Multi Level Marketing memiliki ratusan ribu orang distributor yang doyan "ngiklan" dengan kata - kata yang muluk ...

MAKA sampai kapan orang akan percaya dan mau mendengar ?

Iklan sebagus apapun pada akhirnya harus disertai dengan bukti nyata.
Iklan tanpa bukti adalah ngibul.
Siapapun tentu tidak suka dikibulin.
Siapapun tidak suka di cap sebagai tukang ngibul.

***

Deterjen dibuat untuk mencuci pakaian. Bukan untuk melembutkan tangan. Meskipun deterjen itu (mungkin benar) lembut di tangan.

Perusahaan MLM membuat perusahaan berbasis MLM untuk menjual produk dan jasa sebanyak - banyaknya. Bukan untuk membagi - bagi sekian banyak uang, mobil dan rumah mewah kepada seluruh distributornya.

Konsumen atau member MLM bergabung dengan perusahaan MLM - hendaknya - karena membutuhkan atau menginginkan produknya. Bukan karena ingin cepat kaya raya dengan cara mudah dalam waktu singkat.


Semoga Bermanfaat.

putudjajadiwangsa@gmail.com
www.putudjajadiwangsa.blogspot.com

Jumat, 18 November 2011

Menjual Mimpi


Kita mengenal Asosiasi Penjual Langsung Indonesia (APLI), namun kita tidak pernah mendengar Asosiasi Perusahaan Multi Level Marketing Indonesia. Direct Selling mungkin terlihat serupa dengan Multi Level Marketing ( MLM ), namun direct selling jelas tidak sama dengan Multi Level Marketing (MLM).

Saat bertemu dengan member MLM abal – abal, coba tanya : apa yang mereka jual (Sell) ? Kebanyakan dari mereka ternyata tidak menjual produk apapun kecuali menjual mimpi, harapan. Produknya mungkin ada, tapi kebanyakan produk itu hanya kamuflase.

Kebanyakan produk itu tidak bisa dijual tanpa bicara mimpi. Kebanyakan orang tak akan membeli produk itu jika tidak didahului cerita tentang “d r e a m” … (Coba tutup mata anda … bayangkan … dengan bisnis ini …suatu saat …anda bisa punya uang …. dan waktu luang ! :-0 )

Karena sebagian besar produk – produk yang dipasarkan dengan sistem multi level marketing ( MLM ) tidak mudah untuk dijual secara langsung (Direct ), maka para top leader membuat “Support System” . Dibuatlah berbagai jurus : Jurus mengundang …jurus membuat janji pertemuan … teknik menebar contact tape …cara demo produk … teknik menyusun dream book … …. Alih – alih menjual produk secara langsung, sekian banyak member perusahaan Multi Level Marketing (MLM) malah dibuat sibuk dengan wara – wiri mengundang orang ke sana ke mari, berulang – ulang “mengejar” prospek agar mau menghadiri pertemuan, sibuk mencari nomor telpon teman baru untuk dihubungi …

“Hallo … selamat siang Bapak / Ibu … nama saya anu .. saya mendapat nomor bapak/ibu dari teman saya yang bernama anu …saya kebetulan sedang mengembangkan ‘bisnis luar biasa’ yang saya yakin sangat cocok untuk bapak / ibu …. Dalam 7 hari ke depan kira – kira kapan bapak / ibu punya waktu barang 30 menit saja untuk bertemu ?” … Begitu kira – kira ‘jurus’ menelepon yang diajarkan oleh para top leader mereka. Seringkali yang mereka tawarkan adalah “Sebuah bisnis bagus”, “Peluang usaha spektakuler”, “Usaha luar biasa” … jarang dari mereka yang benar – benar berusaha menjual produk real secara langsung (Direct Selling).

Berbeda dengan para penjual asongan yang biasa jualan di gerbong – gorbong kereta kelas ekonomi. Jelas , langsung menjual produk ! : “Rokok Pak …Rokok …”, “Lontong …gorengan…lontooooong “, “Tahu..tahu…tahu sumedang panas ..tahuuu”, “Kopi susunya kopiii … ayo daripada ngantuk kopi susunya kopiiii …”. Jelas pedagang asongan itu langsung berbicara produk. Menjual secara langsung ke konsumen. Saya tidak pernah mendengar ada tukang rokok asongan yang menawarkan dagangannya dengan berkata : “Bapak – bapak ingin cepat kaya ? Ingin memiliki kebebasan waktu dan kebebasan financial ? Ingin kapal pesiar ? Ingin jalan – jalan ke luar negeri ? Ayoooo…. Beli rokok saya… ayooo ….” (  )

Jadi … yang disebut direct selling itu yang mana ? Tukang tahu yang mengambi tahu langsung dari pabrik dan menjualnya secara langsung kepada penumpang yang sedang kelaparan di gerbong kereta kelas ekonomi, atau tukang jualan mimpi yang selalu berbicara rumah dan mobil mewah agar orang mau membeli shampoo ajaip dengan harga selangit dimana atas penjualan itu si pembeli tidak hanya membayar produk namun juga membayar biaya bonus untuk sekian banyak member yang terdiri dari sekian banyak level ?”

Terlepas apakah sebuah perusahaan menggunakan sistem Single Level Marketing maupun Multi Level Marketing (MLM), Saya sepakat, perusahaan – perusahaan yang tergabung dalam Indonesia Direct Selling Association (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia) adalah perusahaan - perusahaan yang legal. Namun kenyataan di lapangan, kita bisa melihat dengan mata telanjang sekian banyak perusahaan – perusahaan itu membiarkan bahkan memberi dukungan kepada para top leader mereka untuk jualan mimpi. Bukan jualan produk.

Semoga Tulisan ini bermanfaat dan menjadi amal sholeh.
putudjajadiwangsa@gmail.com

Rabu, 26 Oktober 2011

MLM APA YANG BAGUS BUAT SAYA ?



Karena banyak menulis tentang Multi Level Marketing (MLM), maka sering saya ditanya : “ MLM apa yang bagus buat saya ?” (Nah, lho !)

***

JIKA definisi “MLM Bagus” adalah MLM yang bisa membuat kita kaya mendadak dalam waktu singkat dengan modal “seuprit” dan dengan upaya yang minimal, saya yakin, sangat yakin, di dunia ini tidak ada satupun MLM yang seperti itu. – jadi – kalau ada praktisi MLM yang menawarkan sebuah MLM yang KONON bisa membuat siapapun kaya mendadak dalam waktu singkat dengan modal “seuprit” dan dengan upaya yang minimal --- maka --- 100% dapat dipastikan bahwa dia tukang ngibul . Titik.

***

“Anda kok nddak bosen - bosen nulis tentang MLM, padahal Anda tidak hidup dari bisnis ini dan tidak kunjung kaya dengan bisnis MLM ini ” Demikian sebagian orang berkata kepada saya.

Mendengar perkataan kayak gini dan sejenisnya (biasanya dikatakan dengan wajah yang agak-agak sinis dan tatapan mata yang gimanaaaa gitu … he he ), saya biasanya akan berkata : “Nah itu die ! Itu artinya sayah bener – bener berpedoman, menghayati dan mengamalkan ajaran Robert T. Kyosaki yang mengajarkan bahwa “Banyak sekali manfaat ber –MLM- ria SELAIN UANG ! “ ( Heu  )

Jadi, MLM Apa yang bagus ?

MLM yang bagus itu adalah …MLM yang punya produk bagus, saking bagusnya produk itu, sehingga member nya nddak akan merasa rugi meskipun nddak dapet bonus, tetep beli meskipun nddak pakai iming – iming mimpi .

MLM yang bagus itu adalah … MLM yang punya member orang – orang yang waras, bukan yang dipenuhi oleh member – member yang terjangkit penyakit kejiwaan akut, tukang mimpi, tukang ngibul. Tak sejalan antara ucapan dan kenyataan. (Tiap hari yang dibicarakan mobil dan rumah mewah melulu … :-o)

MLM yang bagus itu adalah …MLM yang perusahaannya jelas, legal dan teruji dari segi waktu serta dikelola oleh manajemen yang kompeten.
MLM yang bagus itu adalah… MLM yang nddak melulu jualan “marketing plan”, tapi berbicara apa adanya. Fact. Bukan Plan doang … 

***

Pertanyaannya sekarang : “Ada nddak di dunia ini MLM yang produknya Bagus, Marketing Plan nya bagus, member dan support system nya bagus, dan perusahaannya juga bagus ?” jawabnya tentu saja : “ Mungkin ada, tapi , meskipuan ada , jumlahnya PASTI sangat sedikit.”

Pertanyaan berikutnya : “Apakah sebuah MLM yang memiliki produk, perusahaan, support system dan marketing plan yang bagus akan menjamin seluruh membernya bakal kaya raya ?” Jawabnya adalah : T I D A K M U N G K I N . Titik.

***

Jadi, MLM apa yang bagus buat pemula ?
Jika motivasi Anda dalam ber MLM ria adalah kekayaan (baca : uang), maka tidak ada satu MLM pun di dunia ini yang bisa memberi peluang bagi para pemula lebih dari 0.001% .

Semoga Tulisan ini bermanfaat dan menjadi amal sholeh.
putudjajadiwangsa@gmail.com

Minggu, 19 September 2010

Susah Menjual


Seorang sahabat “mengeluh” dan berkata : “Saya susah JUALAN produk MLM, produk ini memang bagus, tapi mahal !”

Saya bilang : “ Kalau produknya susah DIJUAL, ya jangan JUALAN produk itu. Tidak usah jadi TUKANG JUALAN. Kalau mau JUALAN, nggak perlu ikut MLM. Mendingan jadi PENJUAL rokok asongan di lampu merah. PASTI LAKU ! Produk rokok itu MUDAH dijual dan TIDAK MAHAL. Tidak pernah ada PENJUAL rokok asongan yang tidak berhasil MENJUAL 1 bungkus rokok pun dalam sehari. Padahal, yang DIJUAL jelas – jelas racun. Jelas – jelas tertulis : “ MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTEN DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”.

***

Saya teringat “pesan” yang saya dengar secara langsung (nggak minjem telinga, nggak minjem mata) dari seorang TOP Leader Sukses sebuah perusahaan MLM yang kurang lebih “bunyi” nya seperti ini : “Pekerjaan utama praktisi MLM itu BUKAN JUALAN. Tugas utama praktisi MLM BUKAN MENJUAL sebanyak – banyaknya produk kepada sekian banyak orang sendirian. Kalau ini yang dilakukan, saya tidak akan berada di bisnis ini, karena sebelum terjun ke dalam bisnis MLM, saya SUDAH memiliki sekian banyak toko yang MENJUAL sekian banyak ragam barang kepada sekian banyak orang.”

Kata – kata itu saya dengar dua tahun yang lalu. Terakhir kali saya bertemu Top Leader yang saya maksud di atas satu bulan yang lalu. Dan saat ini ia telah dinobatkan sebagai “ 1 Million Dollar Member” Oleh perusahaan. Sebutan bagi seorang member yang telah mendapat akumulasi penghasilan 1 Juta USD ( Sekitar Rp. 10 Milyar) . Ini bukan ngibul. Ini faktual. Perusahaan MLM yang diikutinya diaudit oleh Price Waterhouse Cooper dan terdaftar di bursa saham Wallstreet. Sebelum ber-MLM-ria, Ia adalah seorang pengusaha konvensional yang cukup sukses dan memiliki jaringan toko konvensional yang cukup banyak hingga saat ini.

Jadi ...

Ketika ada sekian banyak praktisi MLM yang “mengeluh” produknya susah dijual, harganya mahal, dan kemudian bertanya : “ Bagaimana cara mengenalkan “dagangan” saya ? Bagaimana saya bisa MENJUAL produk – produk ini ? “ Seringkali saya bilang kepada sahabat – sahabat saya yang “seperti itu” dengan kata – kata singkat : “Kalau produknya susah dijual dan mahal, ya jangan jualan produk “seperti itu”. Ibarat supermarket, ngapain menuh – menuhin rak dengan produk yang nggak laku – laku ?
Saya serius dengan jawaban itu. Lha, kalau memang sudah jumpalitan sekian lama menjual sebuah produk, dan produk itu susah dijual , ngapain juga mosti ngotot jualan produk yang jelas – jelas nggak laku ?

Saya juga suka balik bertanya : “Kalau “dagangan” nya susah dijual, mengapa anda masuk perusahaan MLM “seperti itu” dan mengapa membeli produk “seperti itu “? Kalau produknya mahal, mengapa anda mau membeli produk itu ?”
Jawaban atas pertanyaan itu hampir seragam : “Saya mau “kaya raya” dari bisnis ini dan saya ingin mendapat “uang yang banyak” dari bisnis ini !”

Wadoh .... (Biasanya saya garuk – garuk kepala kalau sudah mendengar jawaban “seperti ini”. Kepala Saya suka jadi pusing) LOGIKANYA bagaimana ? Produknya Mahal ... dijualnya susah ... tapi dia berharap orang lain MAU MEMBELI, dan berharap dengan itu ia kemudian bisa jadi “kaya raya” . ” How come ....?

Saya jadi ingat lagi “pesan” dari seorang leader MLM yang saya dengar dengan telinga saya sendiri dari jarak kurang dari 1 meter ! Begini bunyi “pesan” nya : “ Kalau Anda niat JUALAN, kalau Anda niat “mencari uang”, Anda tidak akan pernah benar –benar sukses di bisnis ini. NIAT Anda akan dengan mudah DIBACA oleh orang lain, dan orang lain pada dasarnya tidak suka “dijualin”, apalagi kalau bahasa tubuh kita menunjukkan bahwa kita menginginkan UANG dari orang itu. Orang itu akan berpikir ; “ Kamu bukan mau membantu saya, kamu hanya inginkan uang saya ....” "

Setelah saya renungkan, buat saya, kalimat itu benar adanya. Saya suka risih dan nggak enak hati kalau ada temen yang nawarin barang. Mau beli gimana, nggak beli, nggak enak hati. Serba salah ... apalagi kalau “sang teman” mulai memasang muka “memelas” atau mulai mengeluarkan jurus “rayu merayu”. Aduh ... repot dah urusannya.
Leader MLM yang saya sebut di atas, melanjutkan pesannya : “Saya berada di bisnis ini karena saya ingin senantiasa sehat dan awet muda, Anda bisa melihat sendiri bahwa penampilan saya TERBUKTI puluhan tahun tampak muda dibanding usia saya yang sebenarnya. Kalau saya bertemu dengan teman – teman lama saya yang sudah lama tidak bertemu , biasanya mereka “protes” : “Bagaimana bisa kamu tampak semuda ini ?” Saya biasanya menjawab : “Karena saya berada di bisnis ini !”. Kebanyakan dari mereka kemudian bergabung tanpa saya ajak. Membeli produk tanpa saya harus banyak berkata – kata. Simple”

Sebagai catatan, Leader MLM yang saya maksud di atas, saat ini sudah meraih predikat “5 MILLION DOLLAR MEMBER”. Seseorang yang telah mendapat akumulasi penghasilan lebih dari Rp. 50 Milyar dari bisnis ini (Dengan duit sebanyak itu, kira – kira bisa membuat berapa biji pabrik rokok ya ? ) . Ini fakta, bukan ngibul. Perusahaan MLM yang diikutinya diaudit oleh lembaga keuangan Independen Price Waterhouse Cooper dan listing di Wallstreet.

Jadi ...

Kalau produknya susah dijual, harganya mahal, ya sudah. Nggak usah jualan produk itu. Kesannya maksa – maksain diri ...

Tapi ...

Kalau produknya TERBUKTI laku meskipun harganya “mahal” dan TERBUKTI bisa MENCETAK ribuan MILYUNER baru karena berhasil MEMASARKAN produk itu, ... sementara ... kita jalan ditempat dan TIDAK BISA MEMASARKAN produk yang sama dengan harga yang sama disaat RIBUAN ORANG TERBUKTI bisa memasarkannya, kita bisa melakukan introspeksi diri. Kira – kira kesalahannya ada pada produknya ? Harganya ? Perusahaannya ? Marketing Plan nya ? Support System nya ? Atau ... justru masalahnya ada pada diri kita sendiri ?

Mungkin saat ini Anda TELAH berada di perusahaan MLM yang tepat, yang memiliki produk – produk yang laku keras dan berkualitas, dengan marketing plan yang sangat baik dan didukung oleh support system yang solid. Apakah dengan semua itu bisa menjamin bahwa Anda akan sukses dan kaya raya ? Tidak. Masalahnya terletak pada SEJAUH MANA ANDA BISA DIPERCAYA.

Anda bisa menjual APAPUN selama Anda bisa membuat orang lain PERCAYA. Tidak sulit bagi siapapun untuk dapat meraih kepercayaan, ketika bisa memberikan BUKTI NYATA. Demonstrated.

Senin, 13 September 2010

Misi Emosional - Spiritual


Dalam kesempatan ini ijinkan saya mengucapkan selamat hari raya Iedul Fitri bagi yang merayakannya. Mudah – mudahan 30 hari melakukan ibadah shaum berbuah fitrah. Kembali suci.

Saya yakin, sangat yakin, tidak ada seorangpun kaum Muslim yang telah baligh, yang melakukan ibadah shaum karena menginginkan rumah dan mobil mewah apalagi kapal pesiar ;-) Kaum Muslim melakukan ibadah shaum karena ingin melaksanakan perintah Tuhan nya. Beribadah. MISI SPIRITUAL seperti inilah yang dimiliki oleh kaum Muslim saat menunaikan ibadah shaum.

***

Disaat awal ber-MLM-ria biasanya para sponsor akan mendorong para member baru untuk berani bermimpi. Impian itulah yang kemudian menjadi MISI pribadi dalam ber – MLM – ria. MISI MATERIAL biasanya adalah “Misi standar” di saat – saat awal ber – MLM –ria. PERCIS seperti anak kecil (Belum Baligh) yang baru belajar ber puasa. Biasanya para orang tua memberi “stimulus awal” berupa MISI MATERIAL : “’Nak, puasanya yang rajin ya ....Kalau puasanya tamat, nanti dibeliin baju baru !”. Stimulus seperti ini lumayan efektif untuk anak –anak kecil yang baru belajar ber puasa. Percis seperti para sponsor yang memberi stimulus kepada para member MLM baru : “ Rajin prospek ya ... rajin ngundang orang ya .... agar bisa dapat mobil !”

Berkaitan dengan MISI MATERIAL, dalam konsep neuro linguistic Program (NLP) , si otak memang harus dirangsang untuk bisa membayangkan secara jelas tentang sesuatu yang diinginkan. Agar bisa lebih jelas, MISI (baca : impian) itu harus berbentuk benda (materi) atau yang dibendakan. Percis seperti anak kecil yang BERJUANG menahan haus dan lapar selama 30 hari karena otaknya telah bisa melihat dengan jelas betapa bahagianya bisa bangun pagi di hari Iedul Fitri dengan Sepatu dan baju baru sebagai REWARD dari orang tua setelah berhasil menunaikan puasa selama satu bulan penuh.

Ketika seorang Muslim beranjak remaja, MISI dalam ber puasa tidak sekedar MISI MATERIAL, namun sudah mulai memiliki MISI EMOSIONAL. Ingin (belajar) menjadikan dirinya menjadi manusia yang lebih baik. Lebih sabar, bisa mengendalikan nafsu makan dan nafsu amarah, lebih memiliki kepedulian sosial. Seseorang yang telah memiliki MISI EMOSIONAL dalam ber puasa, akan tetap berpuasa meskipun tidak ada seorangpun yang menjanjikan akan membelikan sepatu dan baju baru untuk ber hari raya. Percis seperti member MLM yang mulai “remaja”, Ia akan tetap ber MLM ria karena telah memiliki MISI EMOSIONAL misalnya : “Saya ingin bisa berguna bagi sesama”, “Saya ingin bisa membantu sekian banyak anak yatim piatu suatu saat nanti.” “Saya ingin tetap bisa bersosialisasi dan banyak teman yang berpikiran positif di usia saya yang menjelang senja.” ...

Seseorang yang menginjak usia remaja yang kemudian tidak mau berpuasa karena tidak ada yang menjanjikannya untuk mendapat sepatu dan baju baru tentu saja masuk ke dalam kategori remaja yang memiliki kebutuhan khusus atau remanaj yang tidak mendapat bimbingan emosional – spiritual dari lingkungannya. Sangat lucu jika ada remaja yang sudah akan menginjak usia 20-an tidak berpuasa karena orang tuanya tidak memberi stimulus “Sepatu dan baju baru.” Percis seperti member MLM yang tidak memiliki MISI EMOSIONAL. Ia akan ber henti ber-MLM-ria ketika MISI MATERIAL gagal didapatkan. “ngapain sebulan penuh payah – payah puasa kalau nggak ada yang mau membelikan saya sepatu dan baju baru ?” , “Ngapain terus –terusan ikut MLM jika
nggak kunjung kaya raya ? “

***

Memiliki MISI MATERIAL dalam ber-MLM-ria tentu saja penting. Sama dengan bekerja di dunia konvensional, kita bekerja dari pagi sampai sore setiap hari tentu saja karena memiliki MISI MATERIAL berupa UANG yang akan didapat sebagai Upah setiap bulan. Namun, jika MISI MATERIAL adalah satu – satunya alasan dalam bekerja, satu –satunya alasan dalam hidup, maka hampir dapat dipastikan seseorang akan berhenti bekerja ketika MISI itu tidak dicapainya. Hampir dapat dipastikan seseorang akan “bosan hidup”. “Ngapain kerja banting tulang kalau nggak dapat uang ?”, “Ngapain hidup lama – lama kalau miskin terus ?”.

Padahal hidup itu bukan melulu urusan materi (tentu saja materi itu penting), padahal kerja itu tidak melulu harus karena uang. Ada hal lain SELAIN UANG yang bisa mendorong kita untuk tetap setia mengerjakan sebuah pekerjaan tertentu. Ada hal lain selain uang yang bisa membuat hidup kita sedih atau bahagia. Buktinya, tidak sedikit orang kaya yang bersedih, dan tiduk kurang orang miskin yang bisa hidup dengan penuh damai dan syukur, berbahagia.

Adakah orang yang tetap bekerja dan mengerjakan sesuatu meskipun Ia tidak atau belum mendapat uang dari yang dikerjakannya ? Tentu saja manusia seperti ini jumlahnya lumayan banyak. Orang – orang seperti ini biasanya adalah orang yang memiliki MISI EMOSIONAL dalam hidupnya. Para pejuang ’45 BEKERJA siang malam sepanjang hidupnya bukan untuk mendapat rumah dan mobil mewah, namun untuk sebuah kata : “Merdeka !”, sekian banyak “abdi dalem” di keraton Yogya tetap setia pada pekerjaannya meskipun “upah’ dari apa yang dikerjakannya sangat amat tidak cukup untuk membeli beras dan lauk pauk bagi keluarganya.Bahkan sekian banyak orang bersedia menjabat sebagai pejabat “ketua RT” atau “Ketua RW” meskipun jabatan itu sama sekali nggak ada duitnya. Sekian banyak guru bantu tetap mengajar anak didiknya di daerah pedalaman meskipun Ia tidak hidup dari gaji seorang guru, meskipun Ia harus bekerja di bidang lain agar Ia tetap bisa mengajar dan membaktikan dirinya bagi upaya turut serta MENCERDASKAN bangsa.

Saya juga mengenal sekian banyak leader MLM yang sudah mapan yang tetap ber MLM ria BUKAN KARENA RAKUS dan ingin bertambah kaya, bukan sekedar menjalankan MISI MATERIAL, mereka sudah merasa cukup dan bersyukur dengan sekian banyak limpahan MATERI yang telah dimilikinya, namun mereka memiliki MISI EMOSIONAL untuk BERBUAT BAIK dan MEMBANTU sekian banyak orang agar bisa meningkatkan KUALITAS kehidupannya. Saya mengenal sekian banyak praktisi MLM yang tidak mendapat uang dari ber – MLM – ria namun tetap menekuni “bisnis” ini karena sekian banyak alasan lain SELAIN UANG.

MISI EMOSIONAL mutlak diperlukan bagi para praktisi MLM selain MISI MATERIAL. Jika seorang praktisi MLM hanya memiliki MISI MATERIAL, ia akan berhenti ketika misi itu gagal dijalankannya, ia akan menjadi orang yang tamak dan rakus ketika misi itu berhasil dijalankannya. Ia akan menjadi orang yang pandai menyalahkan orang lain dan lingkungannya ketika ia gagal menjalankan MISI MATERIAL nya.

Sebagai praktisi dalam industri MLM, seyogyanya tidak hanya mengarahkan member baru hanya pada pencapaian MISI MATERI. Kita sama – sama telah mengetahui bahwa perbandingan antara orang yang “gagal” dan “sukses” dalam menjalankan MISI MATERI di industri ini perbandingannya adalah 99 : 1. Bahkan 99 : 0.001, sebuah peluang yang jauh lebih kecil dibanding main judi di Las vegas sana.

Selain MISI MATERIAL, seyogyanya kita juga memiliki MISI EMOSIONAL misalnya dengan MENJADI pendorong KEBAIKAN di lingkungan kita dengan MEMBERDAYAKAN (Bukan memperdaya) orang – orang untuk bersama – sama berbuat baik melalui produk – produk yang kita distribusikan dimana produk tersebut JELAS manfaatnya dan dijual dengan harga dan cara yang wajar.

Jika member MLM telah memiliki MISI EMOSIONAL disamping MISI SPIRITUAL, maka Ia akan tetap ber-MLM-ria meskipun belum berhasil secara MATERIAL.
Jika kita telah menetapkan MISI EMOSIONAL kita (misalnya) untuk MENJADI pendorong KEBAIKAN di lingkungan kita, maka kita akan TETAP BERBUAT BAIK tanpa harus menunggu menjadi orang yang kaya raya.

Tetaplah BERJUANG untuk menjalankan MISI MATERIAL seolah kita akan hidup selamanya.
Tetaplah BERBUAT AMAL BAIK dengan menjalankan MISI EMOSIONAL – SPIRITUAL seolah kita akan mati besok pagi.

Semoga setelah sebulan ber puasa, kita dapat melakukan Re – Mission. Menimbang ulang Misi kita dalam ber- MLM – ria agar tidak sekedar berorientasi Material.

Semoga bermanfaat.

Taqoballahu Minna Wa minkum. Taqoballahu Yaa Kariim ...
Bandung, 14 September 2010

Minggu, 15 Agustus 2010

Tuliskan Keinginan Anda ...


Seorang sahabat dari Medan mengirim SMS kepada saya : “Mas Putu, tolong ajari saya bagaimana caranya untuk menjalankan bisnis ini.”.

Untuk beberapa saat saya terdiam. Saya benar – benar belum tahu BAGAIMANA saya menjawab pertanyaan itu. Saya juga merasa tidak memiliki kapasitas untuk bisa menjawab pertanyaan itu.

Saya tidak bermaksud membuat rumit sebuah pertanyaan yang mungkin dianggap mudah untuk dijawap. Saya hanya berusaha untuk tidak menggampangkan sesuatu. Saya hanya berusaha untuk tidak bersikap “Sok Iye, Sok Tahu”.

Saya yakin, sangat yakin, banyak diantara sahabat praktisi MLM memiliki pertanyaan yang sama. Namun saya juga yakin, sangat yakin, jawaban atas pertanyaan itu dapat di temukan dengan mudah di sekian banyak buku tentang “MLM Sukses” yang bertebaran di luar sana. Atau, dengan hanya bermodalkan Rp. 3000 , siapapun dapat pergi ke warnet, masuk ke Google, kemudian tinggal ketik : “Bagaimana cara untuk sukses dalam ber MLM” dan ... dalam hitungan detik, sekian banyak jawaban, tip dan trik, serta “resep sukses” akan dapat diakses dengan sangat mudahnya di dunia maya.

Bagaimana saya harus menjawab pertanyaan itu ? Bagaimana saya bisa menjawab sebuah pertanyaan tentang "bagaimana cara ber MLM ria agar bisa sukses ?", Mengapa pertanyaan itu dilemparkan kepada saya ?

Saya sudah lupa apa yang saya ketik saat itu. Namun intinya saya menyarankan agar Sahabat saya mencari jawaban lewat Doa. Saya berpendapat bahwa pengetahuan tentang sekian banyak “resep” untuk sukses tidak akan ada gunanya jika kita tidak memiliki ALASAN YANG SANGAT KUAT (Strong Why) untuk menjalankannya.

Kita HARUS memiliki alasan yang sangat kuat yang membuat kita merasa LAYAK untuk tetap menekuni bisnis ini dengan seneng hati dan lapang dada. Secara sederhana biasanya kita sebut "strong Why" itu dengan sebutan : IMPIAN.

Entah apa pemicunya, tiba – tiba sahabat saya mengirim sebuah pesan singkat yang membuat saya sangat terkesan. Berikut ini saya “Cut Paste” isi SMS yang saya terima itu : “Iya ya Mas ! Setiap orang berhak akan IMPIANNYA masing – masing. Sekedar cerita lama, April 07 sy beli buku The Secret. Ada kalimat yg menyarankan agar si pembaca menulis 5 keinginan terbesarnya. Sy coba menuliskan 3 keinginan terbesar saya : Uang 5 jt, hp sony ericson dan motor supra x 125 ... Taon 2008 3 keinginan Saya terwujud Mas ... Bulan Maret 2010 Saya punya keinginan untuk pergi ke bandung. Juli 2010 Saya benar – benar bisa terbang ke Bandung ! Iya ya Mas ... setiap orang BERHAK dgn impiannya masing2. Hanya segelintir orang ajah yg mau menuliskan setiap impian2 hidup nya. Rmh yg hr ini sy dan kel tempati juga salah 1 IMPIAN yang BENAR2 terwujud. Bentuk dan setiap sudut ruangannya benar2 sesuai dng rumah IMPIAN yg pernah sy impikan. Jd pada saat kt meminta, alam dng cara krj nya sendiri bener2 membantu mewujudkannya ya Mas ...”

Sejenak saya terkesima. Benar – benar SMS yang sangat luar biasa ! (Saya jadi kaget sendiri, sebelumnya saya kirim SMS apa ke teman saya ini ya ? He ;-) )

***

Sangat amat banyak IMPIAN yang benar – benar kita IMPIKAN pada akhirnya memang benar – benar menjadi kenyataan. Saya pernah BERMIMPI untuk memiliki sepeda BMX warna kuning, Impian itu benar – benar terwujud saat Saya duduk di bangku SD. Saya pernah BERMIMPI cerpen dan puisi saya dimuat di majalah terbitan ibu kota, SMP Kelas dua cerpen dan puisi saya benar – benar dimuat di Majalah terbitan ibu kota. Saya pernah BERMIMPI punya usaha sendiri untuk membiayai kuliah saya, Tahun 1992 Saya benar – benar punya usaha sendiri. Saya pernah BERMIMPI bekerja di sebuah perusahaan besar dan bisa bolak – balik terbang ke luar negeri, Juni 1996 saya diterima kerja di sebuah perusahaan multi nasional, Juni 1999 untuk pertama kalinya saya bisa terbang ke luar negeri. Saya pernah bermimpi bisa membeli mobil dan rumah sederhana serta menikah pada tahun '99 bulan 9 tanggal 9 jam 9. Dan ... IMPIAN itupun terwujud PERCIS seperti yang saya impikan ! Tahun '99 saya sudah memiliki rumah sederhana , memiliki sebuah Corolla warna biru tua dan menikah tepat jam 9 bulan 9 tahun '99 di sebuah yayasan Yatim Piatu di Kota Bandung.

***

Sekian banyak buku, Sekian banyak referensi, sekian banyak seminar, sekian banyak cd dan video, hanya bisa memberitahu kita tentang sekian banyak cara untuk dapat sukses dalam ber MLM ria. Sekian banyak pengetahuan tentang cara ber MLM ria tidak akan pernah dapat mengantarkan siapapun menuju “KESUKSESAN” jika kita sendiri tidak pernah MENETAPKAN Kesuksesan seperti apa yang kita IMPIKAN.

TULISKAN keinginan Anda, kemudian perhatikan apa yang terjadi.

Semoga Bermanfaat.

Senin, 02 Agustus 2010

Have Something and Be Something


Saat ber MLM ria, adalah hal yang sangat wajar jika seseorang kemudian MEYAKINI bisnis ini sebagai kendaraan yang tepat untuk MEMILIKI SESUATU dan atau MENJADIKAN kita sebagai sesuatu. Pertanyaannya adalah : "Akankah kita benar - benar bisa memiliki sesuatu yang kita inginkan itu ? Apakah kita benar - benar AKAN MENJADI seseorang yang kita inginkan ?"

BAYANGAN mental yang jelas mengenai apa yang ingin kita capai dimasa depan kita sebut sebagai visi.

Albert Einstein mengatakan bahwa imajinasi adalah sebuah kualitas yang lebih penting dari sebuah pengetahuan. Karena semua penggunaan bakat, intelek, pendidikan, dan pengalaman ditentukan arahnya oleh apa yang kita BAYANGKAN dalam pikiran kita.

Kita TIDAK MUNGKIN bekerja bertentangan dengan NIAT - NIAT PENCAPAIAN dari yang sedang TERBAYANGKAN dari benak kita.Ingin memiliki sesuatu. Ingin menjadi sesuatu.

MEMBAYANGKAN SESUATU, Imajinasi, bukanlah sebuah bakat, tetapi sebuah KECENDRUNGAN YANG MENGUAT dan berperan karena KEPUTUSAN PRIBADI kita. Semakin kita BERSUNGGUH - SUNGGUH menggunakan apa yang kita BAYANGKAN sebagai penuntun bagi keefektifan kerja kita dalam ber MLM ria, semakin kuat dan akurat BAYANGAN kita mengenai apa yang ingin KITA MILIKI ( To Have & To Be).

Tidak sedikit praktisi MLM yang menjalankan bisnis ini dengan kekwatiran-kekwatiran pribadinya sendiri. Sehingga meskipun dia sadar dengan tuntunan untuk mendatangkan perubahan-perubahan yang berarti, dia justru menambahkan batasan-batasan baru diatas batasan-batasan lama.

PADAHAL, wilayah-wilayah yang kita anggap aman selama ini (Menjadi karyawan, memiliki deposito, bla ..bla..bla...) sebetulnya hanya dan masih berada dalam BAYANGAN .

JIKA kita ingin mengetahui kemungkinan-kemungkinan yang bisa kita capai, PAKSALAH diri kita untuk MEMBAYANGKAN yang selama ini TIDAK DAPAT KITA BAYANGKAN.

Dan jika kita BERANI MENETAPKAN IMPIAN, maka sebetulnya tidak ada apapun yang membatasi kita untuk dapat melakukanya. Untuk MENGEJAR apa yang diimpikan.

KONON. Rahasia keberhasilan praktisi MLM dimasa depan adalah kemampuan untuk melihat sesuatu dengan jelas sebelum sesuatu itu menjadi jelas bagi semua orang.

Dan bukan kebetulan mengapa hari ini anda ber MLM ria, karena andalah yang akan menghadirkan kualitas masa depan yang cemerlang itu, dengan menjadikan MLM sebagai kendaraannya.

Keberhasilan kita dalam ber MLM ria, tidak hanya diukur dari seberapa besar dan tinggi daratan impian yang bisa kita capai di akhir perjalanan;
tetapi keberhasilan kita - terutama dinilai dari kualitas dari perjalanan kita.

Maka .....

Bila kita menjaga kualitas perjalanan harian kita dalam ber MLM ria, maka kapan pun perjalanan itu berakhir - perjalanan kita akan berakhir dengan baik.

BERANIKANLAH UNTUK MEMBAYANGKAN sesuatu yang ingin Anda miliki. BERANIKANLAH untuk MENJADI SESUATU di kemudian hari ...

Namun ...

Sadarilah bahwa,

MUNGKIN selama ini ...

Kita BELUM MENYERTAKAN UPAYA YANG OPTIMAL untuk menjadikan kita PANTAS "Menjadi seseorang" atau "memiliki sesuatu".

Maka pertanyaannya adalah :

Apakah yang sedang KITA KERJAKAN hari ini adalah upaya bernilai yang akan menjadikan Kita PANTAS menerima yang KITA minta?

Sebagian dari kita sedang tidak sabar untuk membangun hasil-hasil INSTANT dalam ber MLM ria, dan sebagian lagi sedang tidak sabar untuk segera keluar dari bisnis ini.

Mereka berbeda, tetapi mereka memiliki kesamaan yang akut; yaitu keduanya menginginkan keberhasilan melalui pekerjaan mereka. Yang satu menginginkan keberhasilan melalui yang dikerjakannya, dan yang satu ini menginginkan keberhasilan dari apa yang TIDAK dikerjakannya.

Marilah kita Hubungi sponsor kita hari ini, untuk mengatakan bahwa kita menghubungi hanya untuk mengatakan TERIMA KASIH atas kesediaannya untuk membimbing Kita selama ini. Mari kita hubungi mitra kerja kita untuk mengatakan bahwa kita menyayangi mereka semua.

Mari kita kembali pada PERTANYAAN di awal tulisan ini ...

"Akankah kita benar - benar bisa memiliki sesuatu yang kita inginkan itu ? Apakah kita benar - benar AKAN MENJADI seseorang yang kita inginkan itu ?"

TIDAK MASALAH apakah kita akan benar -benar bisa memiliki atau menjadi apa yang kita inginkan. Tugas kita adalah MENCOBA. Karena dengan MENCOBA itulah kita YAKIN bahwa kita AKAN MENEMUKAN dan BELAJAR MEMBANGUN KESEMPATAN untuk BISA MEMILIKI apa yang ingin kita miliki dan bisa MENJADI apa yang kita inginkan.

(to) Have Something.
(to) Be Something.

Semoga Bermanfaat.