about me I

Rabu, 14 Oktober 2009

Blue - Z3 - 2.0

Mengantar dan menjemput anak istri ke sekolah adalah aktifitas rutin yang saya lakukan dengan penuh sukacita setiap hari dari Senin sampai Jumat (Saptu ama Minggu libur seh ... :) ). Dalam minggu ini beberapa kali kami berpapasan dengan mobil biru ini. Pagi ini kami benar - benar bersamaan sampai ke sekolah ! Cuma jarak kurang dari 50 Centimeter ! ;-)

Rupanya temen sekolah anak saya diantar kakeknya yang baru datang dari Jakarta. Sang Kakek berpenampilan sangat sederhana, ramah, anggun, dan dengan tatapan mata bahagia serta hiasan senyum yang selalu menghiasi wajahnya Ia mengantar cucu tercinta pergi menuntut ilmu dengan menunggangi BM - Blue Z3 2.0 ... aduh ... kita-kita yang melihat "moment" itu kayaknya Adem ... ikut seneng .... ikut bangga ... :-). Saya mengangguk, tersenyum ketika sang Kakek itu tersenyum sambil mengangkat tangan ke arah kami, pamit...

Kalau melihat mobil bagus kayak gini saya jadi inget temen-temen praktisi MLM yang demikian tergila - gila (beberapa diantaranya malah jadi bener-bener gila :-( )untuk memiliki mobil ini. Saya malah pernah denger langsung seorang praktisi MLM dengan "bangga" berkata : "Bapak "anu" mobilnya BMW ! Kemarin waktu seminar mobilnya gue pegang !" ( Hhm ... :-( ) saya juga sering melihat para leader MLM abal-abal yang jingkrak-jingkrak nddak karuan di samping mobil kayak gini kayak orang lagi tripping.Kayak orang lagi dugem. (Ajrut-ajrutan kayak kuda lumping !)

Meskipun saya bukan orang kaya raya ... nddak punya mobil sebagus itu ... tapi saya ikut seneng ikut bangga. Di sekolah, Kalau para Orang tua murid lagi ngumpul ... "Bapak Gubernur" akan dateng sebagai ayah ... yang punya Pikiran Rakyat akan datang sebagai kakek ... yang punya Shaffira akan datang sebagai nenek ...yang punya kubah Mas akan datang sebagai "umi" ...yang para pengusaha,karyawan akan datang benar - benar sebagai orang tua murid ...dengan berbagai "tunggangan" yang beragam ...Avanza ... Xenia ...Livina...Alphard...Mercy ...Honda ..Harley Davidson ...Mio ..Vario ...bahkan Bek'Ju (Bebek Tujuh Pulu !) ... semua nampak akur di lapangan parkir .. sama akurnya dengan para orang tua yang - bercengkrama - di halaman sekolah entah itu karena ada acara Parenting ...Bazzar ... atau acara silaturahmi tahunan seperti yang akan diadakan malam ini di sekolah ...

Yang membuat saya bangga menyekolahkan anak saya di sini bukan karena ini "sekolah mahal dan bagus", tapi - diantaranya - saya sebagai orang tua memiliki akses langsung kepada para orang tua lain yang mayoritas datang dari kalangan "mapan" ...dan mayoritas para "orang kaya" ini (Saya bukan orang kaya raya lho ya ...) adalah para orang tua yang sederhana .. sangat sopan dalam bertutur kata dan rendah hati ...sangat KONTRAS dengan komunitas para distributor MLM abal-abal yang kebanyakan Miskin dan Sombong. ( Udah tahu makan di warteg ... yang dibicarain Mobil mewah melulu ... rumah mewah melulu ...."marketing plan ajaip !" ..bla..bla..bla... Capek deh .. :-( )

Bukan hal yang aneh ketika kami bertemu ibu "anu", seorang pengusaha "kakap"yang datang ke sekolah pakai pakaian seadanya ... nddak ada "tanda-tanda orang kaya" ... bukan hal yang aneh kalau saya sering ketemu pak "anu" yang hobby pakai sandal ...celana Jeans... pakai kaos yang udah sobek ...jarang bicara ..murah senyum ...tapi pulang naek Harley Davidson ... ;-) Pengalaman nyata saya mengatakan sangat amat banyak orang yang kaya rasa namun tetap bersahaja .. sederhana ... nddak suka banyak bicara tentang Materi ... secara pribadi mereka lebih tertarik berbicara tentang Kesehatan dan upaya agar tetap bugar ...secara umum mereka lebih seneng berbicara tentang anak-anak ... Rencana pendidikan anak ... Perkembangan pendidikan anak ... Lingkungan yang baik dan kondusif untuk anak ...liburan yang baik dan mendidik buat anak ...

Saya bangga anak saya sekolah di sana.Sebagai orang tua kami "bersumpah" untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anak kami ...

Beberapa sahabat berkata : "Ngapain memaksakan diri menyekolahkan anak mahal-mahal ke sekolah itu ? Ngapain bayar biaya sekolah SD yang jauh lebih mahal tinimbang biaya kuliah ?"

Ini Jawaban saya pada saat itu : " Memberi pendidikan dan lingkungan terbaik adalah impian saya dan ini TIDAK BOLEH SEKEDAR MIMPI tapi harus jadi NYATA... masalah rezeki InsyaAllah akan ada ketika saatnya tiba (Buktinya anak paling besar sekarang sudah kelas 4 ;-) )... sekolah itu ada di pinggir kota ...banyak pohon rindang udaranya masih segar, lingkungannya bersih dan rapih ... punya 2 lapangan yang sangat luas sehingga anak-anak bisa lari - lari sepuasnya ....punya play ground dimana anak-anak bisa main pasir ...main rumah pohon... monkey bar ...trampolin ...dan berbagai sarana yang merangsang syaraf motorik ... komputernya banyak ... satu kelas cuma 25 orang "dikawal" oleh 5 guru ...ada saatnya anak-anak duduk lesehan di kelas ... belajar seperti di rumah ...dimana kedekatan emosional mereka dengan "sang guru" sangat dekat ... dimana guru bukan hanya "mencekoki" kurikulum diknas ... tapi bisa menjadi teman dan sahabat, menjadi tempat "Curhat" anak-anak kita ...mereka dibiasakan berdialog .. berargumen ...berdiskusi..anak-anak diberi ruang untuk dapat berekpresi.

Saya percaya ...masa depan anak-anak kita sangat ditentukan - diantaranya - dengan siapa mereka bergaul ... dengan siapa mereka berteman ...

Kami bukan orang kaya raya yang bisa mengantar anak tercinta dengan Blue - Z3 - 2.0. (Lagian itu mobil cuma cukup buat 2 orang ... Padahal kami ber 4 ;-) ) Kami bukan orang tua yang "mapan" seperti mereka ... ... kami bukan pengusaha "kakap" .. kami bukan anak konglomerat ... tapi kami adalah distributor salah satu perusahaan MLM terkemuka di dunia...sebuah Company yang tidak hanya memberi kami sekian banyak harapan untuk bisa hidup mapan dan sejahtera seperti para orang tua teman sekolah anak-anak kami, akan tetapi Company ini telah menumbuhkan kepercayaan diri pada kami bahwa kami LAYAK untuk mendapat kehidupan yang lebih baik, lebih sehat dan lebih sejahtera ... bukan hanya untuk kami ... namun untuk anak cucu kami yang kami cintai ...

Saya dan Istri suka berpesan pada anak kami yang duduk di kelas 4 dan di kelas 1 SD ... "Teteh ..Adek ... Bunda dan Ayah belum bisa mengajak kalian jalan-jalan ke luar negeri seperti temen - temen kalian ...Ayah dan Bunda belum bisa mengantar kalian dengan VW New Beetle ...tapi ... Ayah dan Bunda BERJANJI : saat Teteh dan Adek SMA atau Kuliah ... kita akan pindah dan menetap di Singapura ... Ayah dan Bunda Berjanji Nak ....."

Untuk Klareza Putri Djajadiwangsa ...
Untuk Tamada Putra Djajadiwangsa ...
Semoga menjadi anak yang Sholeh dan cerdas ....
Semoga menjadi anak yang bermanfaat bagi orang lain ...
Semoga menjadi Perhiasan Terindah yang kami miliki di dunia ini ...
Selamat belajar nak ... Ayah dan Bunda selalu mendoakan kalian ...

Semoga bermanfaat.

Putu Djajadiwangsa.
Blog Master : http://www.likalikumlm.blogspot.com
putudjajadiwangsa@gmail.com E-mail
+62 817 42 1691 SMS

Kamis, 08 Oktober 2009

Mengajak Tanpa Mengajak


Semua orang tentu saja memiliki kebebasan untuk mengutarakan dan mengekspresikan hasil pemikirannya. Pemikiran seseorang dengan manusia lainnya bisa saja sama, mungkin juga berbeda. Beragam.

Sekian banyak praktisi  dalam dunia MLM (Multi Level Marketing) memiliki sekian banyak ragam pemikiran. Keberagaman pemikiran itu yang kemudian teraktualisasi pada beragam MLM yang akhirnya dipilih dan ditetapkan oleh sebagian  orang untuk ditekuni  dengan sekian banyak asa.

Apapun MLM yang akhirnya dipilih untuk ditekuni (atau bahkan untuk ditinggalkan) tentu saja adalah hasil dari proses berpikir, hasil dari memilih dan memilah, hasil dari sekian banyak pengalaman nyata atau paling tidak pengetahuan yang dimiliki pada saat itu. Dalam konteks ini MLM yang dipilih oleh seseorang mencerminkan 'siapa' orang itu. "Kita adalah apa yang kita pikirkan. MLM yang dipilih merupakan representasi dari pemikiran yang dimiliki oleh seseorang".

Mengutarakan pemikiran dan meng-ekspresikan pemikiran dalam konteks ber MLM ria harus disertai dengan kesediaan untuk menerima segala akibat dan harus disertai pula dengan kemampuan untuk mengatasi segala akibat yang ditimbulkannya.

Mengajak adalah aktifitas utama dalam ber MLM ria. Mengajak adalah aktifitas berbagi pemikiran dengan orang lain, mengajak adalah mengutarakan pemikiran yang kita miliki kepada orang lain yang - tentu saja - juga memiliki pemikiran dan tentu saja orang lain pun bisa berpikir untuk memikirkan segala pemikiran yang kita sampaikan yang dikemas dalam bentuk ajakan.

Seorang praktisi MLM tidak mungkin mengajak orang lain dengan cara diam. Menulis dan berbicara adalah sarana dasar dalam mengutarakan pemikiran. Menulis dan berbicara adalah keterampilan berbahasa yang harus selalu diasah bersamaan dengan keterampilan membaca dan menyimak.

Mengajak orang lain - tentu saja - mendatangkan konsekuensi nyata. Konsekuensi yang paling ditakuti oleh seorang (pemula) praktisi MLM adalah ketakutan akan sebuah penolakan. Tidak semua orang memiliki kesiapan mental untuk menerima sebuah penolakan, itu sebabnya banyak member MLM yang memilih diam. Pasif. Itu sebabnya sekian banyak praktisi MLM akhirnya berhenti total setelah "dihantam" oleh sekian banyak penolakan.

Satu-satunya cara yang paling aman agar tidak ditolak adalah dengan cara tidak mengajak. Salah satu cara mengajak yang paling aman dari resiko penolakan adalah dengan cara tidak mengajak.

Bagaimana bisa kita mengajak orang lain kalau kita tidak mengajak ? Tentu saja bisa. Salah satu cara yang paling sederhana adalah dengan menjadikan diri kita sendiri sebagai bukti nyata dari kehebatan suatu produk yang kita konsumsi/gunakan, sebagai bukti nyata dari kehebatan suatu sistem MLM yang kita ikuti.

Mengajak tanpa mengajak adalah upaya kita untuk membuat orang lain berpikir kemudian bertanya atas keinginan mereka sendiri - bukan - atas inisiatif dari kita.

Bertanya adalah manifestasi nyata dari aktifitas berpikir. Bertanya adalah bentuk nyata dalam mengutarakan pikiran. Sebagai orang yang terjun dalam dunia  MLM tentu saja kita akan sangat senang ketika mendapat sebuah pertanyaan dari orang lain - karena - dengan demikian kita memiliki kesempatan untuk mengajak dengan cara menjawab. Memiliki kesempatan untuk "Mengajak tanpa mengajak". Memiliki kesempatan untuk bertukar pikiran dengan cara tanya jawab.

Dunia MLM bukan dunia bisnis biasa, bukan sekedar mendistribusikan suatu produk. MLM adalah bisnis distribusi intelektual, mendistribusikan "isi otak" dengan cara bertukar pikiran, berdialog, berdiskusi melakukan tanya jawab atas dasar kesetaraan. Bukan dengan cara "cuci otak" lewat sekian acara "Sucess Seminar" dimana leader-leader dipuji dan dipuji seperti dewa, dimana leader-leader jingkrak-jingkrak nddak karuan di atas panggung diiringi musik yang hingar bingar sambil pamer cek, mobil dan rumah mewah dimana sekian ribu member hanya bertindak sebagai penonton yang sibuk tepuk tangan, bersorak sorai dan sekali - kali berteriak "Rrrrruuuuaaarrrrr biaaasaaa.... !". Aktifitas seperti ini jelas bukan kegiatan bertukar pikiran, tapi kegiatan meng-hipnotis- manusia dengan cara massal yang menciptakan sekian banyak member MLM yang bekerja tanpa berpikir. Percis seperti robot. Nddak beda dengan Zombi. :-(

Seseorang hadir ke seminar "Gituan" karena diundang, diajak. Mengajak orang lain memiliki konsekuensi - apalagi - mengajak orang lain untuk mengikuti seminar yang kagak jelas seperti itu. Konsekuensinya sangat logis dan sangat jelas, ketika orang yang kita ajak tidak mendapat apa yang ia inginkan (Rumah, mobil, duit) ... maka dengan mudah mereka akan mengatakan bahwa si pengajak adalah seorang penipu, tukang bo'ong, tukang ngibul.

Mengajak tanpa mengajak adalah salah satu cara ber MLM ria yang relatif aman. Menjadikan diri kita sebagai bukti nyata dari kehebatan suatu produk dan sebagai bukti nyata dari keunggulan suatu sistem.

Use It !
Share It !
Talk It !

Semoga bermanfaat.

Putu  Djajadiwangsa.
Founder  : www.likalikumlm.blogspot.com
putudjajadiwangsa@gmail.com E-mail
SMS : 0817  42  1691  

Kamis, 17 September 2009

Jualan Pulsa Atau Pura-pura Jualan Pulsa ?

Sebagai mantan tukang pulsa , otak saya tidak bisa terima ketika ada temen ngajak saya jualan pulsa yang - konon -untungnya bejibun ! Bisa bikin siapapun kaya raya dalam tempo sekelebat ! bisa dapet mobil dan rumah mewah dalam waktu singkat ... ! bisa jalan-jalan ke luar negeri ....!!

Sungguh .....

Otak saya "mudeng". Bagaimana bisa dengan modal "no pek" ( Rp. 200 rebu ) tapi bisa dapet jota - jota dalam seminggu ...bisa dapat mobil dan rumah mewah ! Walah .... bagaimana bisa neh ... ?

Tapi ...

Temen saya bilang : "Caranya bukan jual pulsa eceran di pinggir jalan ! tapi dengan cara MEREKRUT SEBANYAK - BANYAKNYA ORANG AGAR MAU DAFTAR !"


Saya nanya lagi ke temen saya ...

"Terus orang - orang yang direkrut itu setelah daftar emang mereka kerjanya jualan pulsa ya ?"

Eh .... ,mendengar pertanyaan itu temen saya malah tertawa ! (dengan reflek Saya agak ngambil jarak sambil sedikit memalingkan muka karena ada semburan aroma yang agak-agak kurang sedap keluar dari mulutnya )kemudian temen saya bilang :" Ya enggak lah ... orang - orang yang kita rekrut AKAN MEREKRUT LAGI sekian banyak orang yang mau daftar sehingga member di jaringan kita setiap hari kian membesar ... kian banyak ! Dan akhirnya kita bisa kaya rayaaaa......"

Saya bingung. Bengong. :-(

"Trus .... jualan pulsanya kapan bos ?" Kembali saya bertanya.

Temen saya (yang merasa punya otak "cerdas" ) malah tertawa lagi .... ngakak lagi .... trus jawab lagi .... "Nggak usah jualan pulsa ! Pokoknya rekrut aja sebanyak - banyaknya orang biar mereka mau daftar !"

Saya makin bingung .... terus bengong lagi .... terus nanya lagi deh....;-)

"Tapi ... dari 200 rebu yang saya kasih pada saat pendaftaran ... saya bakal dapet deposit pulsa 200 rebu juga kan ya ... ?"

Temen saya diem. Dengan agak kaget ia bilang : " Deposit pulsa nya cuma dapet 20 rebu .... yang 180 rebunya buat perusahaan .... nanti sebagian dari yang 180 rebu itu kan akan balik lagi ke member dalam bentuk bonus toh ... "

Saya bingung.

Temen saya ini mau ngajak saya jualan pulsa ...
atau ...
mau ngajak saya pura - pura jualan pulsa ?


Ada pembaca yang bisa memberi saya "pencerahan" barangkali ?

Putu Djajadiwangsa
.
Blog Master : http://www.likalikumlm.blogspot.com
putudjajadiwangsa@gmail.com E-mail
+62 817 42 1691 SMS

Selasa, 15 September 2009

Tetaplah Berbuat Baik dan Tetaplah Berdoa ...


Saya senang sekali. Tadi subuh sponsor saya SMS saya, dan diakhir "SMS-an" sponsor saya berpesan "Tetaplah berbuat baik dan tetaplah berdoa !"

Kalimat di atas mungkin sangat sederhana, namun saya perlu waktu tidak kurang dari SEPULUH TAHUN untuk akhirnya (sedikit) mulai mengerti sekian banyak makna yang ada di balik untaian kata itu.

********


Saya kenal seorang sahabat yang sekian lama ber MLM ria dengan penuh dedikasi dan kesetiaan. Kemudian sahabat saya itu memutuskan untuk berhenti total dari dunia MLM. Alasannya sangat sederhana ... setelah sekian lama ia ber MLM ria ... kehidupannya ternyata tidak kunjung sejahtera.

Saat ia memutuskan untuk berhenti dari dunia MLM, pakaiannya tetap sama seperti saat ia mulai ber MLM ria. Begitu pula rumahnya, tetap sebuah rumah kontrakan berdinding tembok lusuh lengkap dengan segala perabot yang sama. Begitu pula "tunggangannya" , tetap seperti semula, bebek hitam tua yang tak lagi bisa di stater, selalu harus di engkol beberapa kali agar bisa menyala dengan jok penuh tambalan plester hitam ...

Bagaimanakah fenomena ini bisa terjadi? Mengapakah seseorang yang telah sekian lama ber MLM ria dengan penuh dedikasi dan ketekunan, tetapi tidak kunjung sejahtera ?

Mari kita lihat disekeliling kita, kita pasti akan menemukan banyak fenomena yang sama. sebuah fenomena dimana ada sekian banyak member MLM yang sudah jumpalitan, membanting tulang setengah mati selama sekian lama. Kemudian, mereka mendapatkan bahwa keringat dan air mata yang bercucuran sekian lama, tak jua membuahkan peningkatan dalam kesejahteraan. ..

Bagaimana dengan ini?

Seorang pemuda yang tidak memiliki pengalaman sedikitpun dalam ber MLM ria, namun ternyata dapat berhasil "kaya raya" dalam waktu singkat ? Padahal "kerja" nya biasa - biasa saja .... santai - santai saja ....

Mengapa juga ada kejadian seperti ini ?

Ada orang yang tak pandai bicara di muka umum, tak pintar menulis, pemalu ... namun bisa berhasil dalam bisnis MLM dengan mendapat bonus rumah, mobil dan sekian banyak uang setiap bulan ...

Apakah ini masalah Hoki .......... ?
Apakah ini masalah Nasib ............ ?

Bagaimanakah kita bisa memahami fenomena paradoksial seperti ini? Mengapakah ada orang yang bekerja keras dan makin keras, tapi nasib baik justru makin jauh berlari? Sebaliknya, mengapakah ada orang yang lebih santai, malah makin sukses dan makin sukses lagi?

*********************

DULU saya meyakini bahwa saya akan mencapai apapun yang saya inginkan di bisnis MLM ini dengan melakukan tindakan (action). Alias, Saya meyakini bahwa untuk mencapai sukses, saya harus bertindak.

Inilah kenyataannya:

Keyakinan Saya itu justru menciptakan yang sebaliknya.

Dalam konteks ini, saya telah menomorduakan kekuatan sebuah D'oa ... (Baca : kekuatan pikiran).

Artinya, nyaris setiap tindakan yang saya lakukan waktu itu, adalah didorong oleh motivasi untuk struggle.Bukan karena termotivasi untuk menjadikan MLM sebagai sarana aktualisasi diri.bukan melihat MLM sebagai sarana untuk Berbagi manfaat dan kebaikan dengan orang lain.

Artinya:

Nyaris setiap tindakan yang saya lakukan pada saat itu, sumbernya adalah ketakutan dan kekhawatiran, ...

Saya takut ditolak saat menawarkan bisnis ini ....
Saya takut down line saya pada bubar ...

Saya khawatir tidak bisa tutup poin ...
Saya khawatir omzet saya turun ...
Saya khawatir tidak dapat memenuhi kualifikasi ...


Saat itu, saya telah memaksa pikiran untuk terealisasikan dalam bentuk nyata melalui berbagai tindakan. Karena keputusan saya untuk bertindak lebih dominan, maka apa yang kemudian menjadi fokus saya saat itu adalah doing. Dan saya menjadi lupa akan satu hal, yaitu being.

Apa yang kemudian tercipta dari pemikiran seperti itu, adalah sesuatu yang terbukti menyimpang dari tujuan awalnya. Saya merasa akan berbahagia dengan menjadi kaya. Tapi yang tercipta adalah; Saya tidak kunjung kaya dan tidak kunjung bahagia. :-( (Saya bekerja lebih keras tapi kesejahteraan tak kunjung datang ... )

Mata saya saat itu seolah tertutup sehingga tidak bisa melihat sebuah realita dimana sangat amat banyak orang yang kaya raya dan tidak bahagia dengan apa yang mereka punya.

Mulailah ber MLM ria dengan berbahagia.

Peganglah itu dengan kuat. Setelah itu, barulah mulai melangkah untuk memanifestasikan bahagia dalam bentuk “berbagi kebaikan dengan orang lain" ... (Share )

Jadi ...

Tetaplah Berbuat Baik dan Tetaplah Berdoa ...

Karena berbuat baik dan berdoa adalah hal yang harus dilakukan manusia sepanjang masa, tanpa mengenal kata henti ...

Semoga bermanfaat.

Putu Djajadiwangsa.
Blog Master : http://www.likalikumlm.blogspot.com
putudjajadiwangsa@gmail.com E-mail
+62 817 42 1691 SMS

Senin, 07 September 2009

Kebebasan dalam ber MLM ria


Manusia itu pada dasarnya merdeka. Bebas melakukan apapun yang mau dan mampu ia lakukan. Jangankan dalam ber MLM ria, Tuhan telah memberi kebebasan penuh pada manusia untuk melakukan apapun yang mau dan mampu dilakukan oleh manusia. Silahkan .... Monggo .... cuma, Tuhan wanti-wanti .... apapun yang dilakukan PASTI ada konsekwensinya.

Manusia bebas untuk meyakini atau tidak meyakini sesuatu, bebas untuk menerima atau menolak sesuatu, bebas untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu berdasarkan keyakinan yang ia miliki. Tapi ... yaitu tadi ... semua PASTI ada konsekwensinya.

Dalam dunia MLM kita mengenal paling tidak ada 3 kategori MLM

1. MLM Beneran
MLM yang bener-bener jual produk. MLM yang legal secara hukum.

2. MLM abal-abal
MLM yang tidak benar-benar jual produk. Meskipun produknya ada tapi cuma kamuflase. Itu produk kagak laku dijual tanpa iming-iming marketing plan ajaib. MLM yang secara legalitas perusahaan dan produk tidak jelas juntrungannya.

3. Money Game
Permaian uang yang berkedok MLM atau yang terang-terangan menyatakan diri sebagai money game dengan memakai sistem levelisasi..

Siapapun bebas untuk memilih apakah akan ber MLM ria atau tidak. Apakah akan masuk MLM beneran, MLM abal-abal atau Money game yang berkedok MLM. Bebas ... monggo ... silahkan ..... tapi semua PASTI ada konsekwensi nya.

Sebagai manusia merdeka yang bebas memilih, saya akhirnya memilih MLM beneran. Kenapa ? Karena saya sadar atas konsekwensi dari pilihan saya. Saya sadar bahwa bisnis ini susah, tidak instant, perlu proses yang lama dan hanya memiliki peluang tidak lebih dari 0.1 % saja untuk benar-benar mapan secara materi dalam arti punya mobil mewah, rumah mewah dan duit "berkarung - karung". Saya sadar atas konsekwensi "segala kesusahan, rintangan dan hambatan" yang akan saya hadapi saat saya menjalankan MLM beneran ...dan saya telah serta sedang menikmati proses itu .... sebuah proses yang juga dilewati oleh leader - leader saya yang kini telah mapan secara materi dan telah meraih kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna menurut kacamata saya saat ini.

Saya mengerti bahwa tidak semua manusia akan tertarik dengan MLM, tidak semua orang akan masuk MLM beneran dan tidak semua orang akan benar-benar sukses di bisnis ini.

Dan ... itu adalah salah satu alasan mengapa saya TERTARIK pada bisnis ini.

Kenapa ?

Artinya, ada juga manusia yang tertarik dengan MLM, ada juga orang yang tertarik dengan MLM beneran dan tidak semua orang benar-benar gagal di bisnis ini. Adil bukan ?

Benar, jumlah orang yang sukses di bisnis ini SANGAT SEDIKIT. Tapi itu bukan hanya berlaku di dunia MLM .... di dunia konvensional pun ... jumlah yang sukses SELALU JAUH LEBIH LEBIH SEDIKIT dibanding jumlah yang tidak sukses. Tidak ada bedanya bukan ? :-)

Kalau semua orang sepakat masuk MLM. Bisnis ini tidak menarik lagi, karena tidak akan ada prospek yang tersisa dan hanya sekelebat semua orang akan gabung dengan MLM yang membuat bisnis ini jenuh dan mati.

Kalau seluruh penduduk bumi sepakat untuk menolak MLM, MLM tidak akan pernah punya kesempatan untuk hidup.

Jadi .... karena ada yang "setuju" dan "tidak setuju", karena ada yang "tertarik" dan "tidak tertarik" maka MLM jadi bisnis yang sangat menarik !

Saya berpendapat bahwa "masa depan saya" dalam ber MLM ria (di MLM beneran ini ... ;-) ) BUKAN rumah mewah, bukan mobil mewah dan bukan pula uang "ber karung - karung". Di awal tulisan ini saya kan udah bilang ... saya tahu ... tidak lebih dari 0.1% saja yang akan "kaya raya " seperti itu ... saya menemukan "meaning" saya dalam ber MLM ria adalah untuk menolong orang lain, dan menolong diri sendiri untuk meraih kehidupan yang lebih bermakna seperti yang diperintahkan oleh Nya.

Bukankah Dia tidak pernah menilai sesuatu dari hasil yang kita peroleh ? Bukankah Dia hanya menilai berdasarkan niat dan tindakan yang kita perbuat ? Bukankah masalah "hasil akhir" sepenuhnya adalah hak "Prerogratif" Nya ?

Selama lebih dari 10 tahun saya ber - MLM ria di berbagai MLM saya melihat, mendengar dan merasakan sendiri secara nyata bahwa banyak sekali MLM abal-abal yang SANGAT MERUGIKAN para membernya. Membahayakan keuangan pribadi, membahayakan keuangan masyarakat dan lebih jauh lagi sangat membahayakan kesehatan mental dari sekian banyak para member nya.

Para leader MLM abal-abal atau pelaku Money game akan bercerita tentang "Ada sebuah bisnis bagus .... modal kecil ... .. tapi bisa bikin kita kaya raya dalam tempo sekelebat .....!"

Kemudian mereka bercerita tentang "marketing plan ajaib" yang KONON bisa membuat siapapun kaya raya dalam tempo singkat ! Kemudian sekian ribu member membawa kertas berisi marketing plan itu ke rumah - rumah ... ke penjuru negeri ....menawarkan kepada setiap orang .... mereka berkumpul dan membahasnya percis seperti para penjudi yang sedang meramal kode buntut ! Menyedihkan :-(

MLM abal-abal hobby banget membuat acara kolosal dimana ribuan member hadir ... nonton "manusia sukses" yang jingkrak - jingkrak di atas panggung yang gemerlap ... pamer mobil mewah ...pamer rumah mewah ... dan pamer duit "berkarung-karung" .... diiringi dentuman musik yang hingar bingar, gemuruh sorak sorai dan teriakan menggema "RRRUAAARRRRR BIASAAAAAA !"

Mereka dengan sengaja membuat para member baru terdorong untuk MENGAMBIL KEPUTUSAN EMOSIONAL sehingga mereka bergabung .... keluar sekian banyak uang .... tanpa mengerti apa yang sedang mereka lakukan. "Pokoke suatu saat saya bakalan kaya seperti para leader itu dah ! :-(

Acara seperti itu akan "menyeret" orang untuk merasakan ketakutan akan hilangnya "peluang bagus" jika tidak segera memutuskan untuk "join". Hal ini dipertegas oleh teriakan leader di atas panggung yang berteriak " Sudaaaah ...... ! Jangan kelamamaan mikiiiiir...... ! Just Do It ! Ayo segera bergabung dan raihlah kesempatan untuk hidup bebas secara finansial .....! Gooooo Freeedoooooommmmm !!!!!! " :-(

Apa yang terjadi beberapa bulan kemudian ?

Sekian banyak member terjangkit penyakit mental ! Setiap melihat mobil bagus matanya langsung liar .... setiap melihat rumah mewah air liurnya bercucuran ... tapi keadaan mereka jauh lebih miskin dibanding sebelumnya. Ini real.Ini nyata.Banyak sahabat kita yang sudah terjangkit penyakit mental dan material yang sudah sangat serius seperti itu ....

I Have a dream .....

Mesipun mungkin saya gagal (artinya mungkin pula saya berhasil ;-) ) dalam bisnis ini ...

Paling tidak, dengan tulisan-tulisan yang saya buat saya berharap dapat mengingatkan dan menyelamatkan sekian banyak sahabat dari sebuah kegiatan yang sia-sia .... sebuah kegiatan yang tidak hanya merugikan diri sendiri namun juga sangat berpotensi merugikan sekian banyak orang ... sebuah kegiatan yang akan menguras waktu, tenaga dan pikiran dan akan berakhir dengan kesia - sia an ....


Setiap orang bebas memilih. Dan setiap orang PASTI akan mendapat konsekwensi logis atas pilihannya masing - masing.

The Choices Is Yours .... :-)

Semoga bermanfaat.

Putu Djajadiwangsa.
Blog Master : http://www.likalikumlm.blogspot.com
putudjajadiwangsa@gmail.com E-mail
+62 817 42 1691 SMS

Minggu, 30 Agustus 2009

Membalik Piramid Maslow


Awali dengan membangun kematangan diri


Piramida Maslow yang sangat populer itu diperkenalkan pada tahun 60-an oleh Abraham Maslow. Diilustrasikan bahwa perjalanan hidup manusia selalu diawali dengan tahap "bertahan untuk hidup", kemudian meningkat menjadi "keamanan & kemapanan", kemudian "kebutuhan sosial" dan pada puncaknya adalah "aktualisasi diri".

Tapi yang tidak banyak terungkap bahwa di akhir hayatnya Maslow merasa menyesal telah "menyusun" diagram tersebut. Ia merasa bahwa susunan hirarki tersebut telah menjustifikasi banyak orang untuk menjadi SERAKAH dan hanya mengutamakan kebutuhan dasarnya. Itu sebabnya, di akhir hayatnya Maslow merasa bahwa diagram tersebut harus "dibalik" urutannya.

Sifat SERAKAH telah jauh merasuk dalam sendi-sendi kehidupan modern.Termasuk dalam ber MLM ria. Untuk meraih "Financial Freedom", banyak orang yang pada akhirnya "terjebak" melakukan tindakan yang hakikatnya bertentangan dengan sifat alamiah kesuksesan itu sendiri, yaitu sistematis dan berkesinambungan. Sekian banyak orang hanya ingin "enak", Ingin "cepat" tanpa mau bekerja keras dan berpikir cerdas. Selalu mengambil jalan pintas dengan orientasi jangka pendek .


Contoh lain dari KESERAKAHAN para praktisi MLM abal-abal yang tanpa disadari telah meracuni generasi muda adalah maraknya "iklan" tentang "Bisnis modal ratusan ribu seumur hidup... hasil jutaan seminggu ...bisa beli 7 kapling atau lebih biar cepat kaya rasa ... biar hasilnya berlipat ganda ... “. Hasilnya adalah lahirnya generasi baru yang sekedar mengidamkan materi, memimpikan popularitas, tapi MENGESAMPINGKAN perlunya mengembangkan potensi diri.

Bila kita mau jujur melakukan introspeksi, masih banyak kasus KESERAKAHAN yang "menabrak" harmoni hukum alam, yang kerap terjadi disekitar kita.termasuk dalam dunia MLM .Orang menjadi sedemikian "mencintai" materi ketimbang focus untuk melayani orang-orang di sekitarnya, focus untuk memberi kebaikan dan manfaat bagi sesamanya.

Dengan membalikkan Hirarki Maslow, perjalanan hidup manusia akan diawali dengan "aktualisasi diri" dan berpuncak pada terpenuhinya "kebutuhan hidup". Artinya , sebelum kita mulai menghitung materi, sebelum kita mulai berpacu mengejar reward mobil atau rumah mewah, semuanya DIAWALI dengan membangun kematangan diri. Sejauh mana kita akan menuai hasil, akan selaras dengan seberapa besar MANFAAT yang mampu kita berikan.



Semoga bermanfaat.

Putu Djajadiwangsa.
www.likalikumlm.blogspot.com
putudjajadiwangsa@gmail.com E-mail
+62 817 42 1691 SMS

Spiritual Capital versi Danah Zohar


Suatu hari, mungkin seorang kawan berbicara kepada Anda dengan semangat '45. "Ada bisnis bagus ! Modalnya cuma 200 rebu ! Tapi bisa menghasilkan uang jutaan seminggu ...! bisa beli beberapa kapling biar untungnya lebih "dahsyat" ! Kalo beli 7 kapling ... hasilnya lebih Rrrrurrr Biasaa !! "

Jika anda bertemu dengan orang seperti ini. Pejamkan mata sesaat ...(berdoalah kepada Tuhan agar terlindung dari segala kejahatan ) .. tarik nafas panjang ....hembuskan pelan-pelan .. kemudian tersenyum ... dan katakan "Terima kasih, saya sedang ada pekerjaan lain dan saya tidak punya waktu untuk mendengar lebih banyak. Permisi "

Tak pelak, kawan itu tengah terbuai dalam praktek MLM Abal - abal. Sedang berusaha merekrut member baru dengan menebar impian dan harapan yang belum tentu dapat ia penuhi - bahkan - mungkin ia sendiri sedang dalam keadaan tidak sadar mengenai apa yang ia lakukan. Maafkan saja. Dan berdoalah kepada Tuhan agar sang kawan segera "kembali ke jalan yang lurus".

Boleh-boleh saja Anda mendengarkan presentasi kawan itu kalau anda tak kuasa untuk menolaknya (nddak enak hati) . Cuma, hati-hati. Karena, TERBUKTI ada saja lembaga yang mengaku menjalankan bisnis MLM meski pada kenyataannya itu semua sekadar kamuflase dari suatu tindak penipuan.Suatu kamuflase dari suatu tindak permainan uang "money game", dimana meskipun mereka menyebut beberapa produk, ya itu tadi ... produk tidak lebih dari sekedar kamuflase belaka. Topeng doang.

''Tak ada yang lebih buruk daripada monster yang memangsa dirinya sendiri.'' Inilah gambaran dunia yang terperangkap Kapitalisme Barat yang dilontarkan Prof Dr Danah Zohar.


Pakar Spiritual Quotient (SQ) yang mendapat gelar sarjana bidang Fisika dan Filsafat dari Massachusetts Institute of Technology (MIT, 1966) dan Doktor di bidang Filsafat, Psikologi, dan Agama dari Harvard University Graduate Spiritual Capitalhool (1969) ini telah menghasilkan beberapa buku best-sellers, seperti The Quantum Self, The Quantum Society, Who's Afraid of Spiritual Capitalhr dinger's Cat? ReWiring the Corporate Brain. Sebelum buku terakhir, Spiritual Capital, ia merilis SQ-Spiritual Intelligence, The Ultimate Intelligence sebuah buku yang mengubah paradigma dunia tentang konsep kecerdasan, setelah Daniel Goleman yang memperkenalkan konsep kecerdasan emosi (EQ)

Prinsip Kapitalisme Kontemporer banyak diadopsi oleh banyak leader MLM abal - abal di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia . Prinsip ini telah menjebak sekian banyak leader MLM abal - abal ke dalam sebuah perburuan keuntungan kompetitif yang kejam, yang mengabaikan nilai moral dan kemanusiaan ( yang penting gue kaya ! Yang penting gue makmur ! Mari kita jingkrak-jingkrak di samping Mercy ... biarkan ribuan member melihat, terpesona sampai air liur mereka bercucuran .. ... matanya liar, sorotnya nanar dan berteriak " RRRUAAAR BIAAASSSA !" )

Praktek MLM seperti ini telah membuat sekian banyak member jatuh dalam kenistaan dan kemiskinan serta sekian banyak kerugian material dan spiritual.dunia MLM yang carut marut seperti yang kita rasakan saat ini. Jelas, inilah yang dimaksud dengan ''monster yang memangsa dirinya sendiri''. Inilah yang merusak sekian banyak MLM "beneran". Pepatah bilang : "Krena nila sebelanga, rusak susu segelas ". (Abis perbandingan MLM abal-abal jauh lebih banyak dibanding MLM Beneran ... :-(

Pada kasus ini, sekian banyak leader MLM abal - abal sama sekali tidak menjaga upaya keberlanjutan yang seharusnya menjadi tanggungjawab setiap praktisi MLM. Kapitalisme semacam inilah yang telah melahirkan ketidakmerataan yang terus meningkat dalam distribusi kekayaan. Pada MLM abal-abal terlihat perbedaan yang sangat mencolok antara kehidupan para "top leader" dengan para membernya.

Pandangan yang berasumsi bahwa manusia semata-mata adalah makhluk ekonomi yang hidup demi menghasilkan uang, telah menimbulkan `stres' dan kelelahan yang luarbiasa di pihak ''pemenang'' yang menjalankan sistem. Ia telah menumbuhsuburkan kesenjangan antara "top Leader" dan sekian banyak member yang tetap miskin, hal ini mendorong sekian banyak member yang "masih miskin" bermigrasi ke sekian banyak MLM "lain" yang menjanjikan sistem yang "lebih mudah".Kemudian pada akhirnya "kesenjangan ini" JUSTRU dimanfaatkan oleh oknum - oknum manusia bejat yang mendirikan bisnis Money Game yang berkedok MLM. Alih - alih mendapat "MLM yang lebih mudah", sekian banyak member yang "frustasi" ini ibarat "Keluar dari mulut harimau untuk kemudian masuk ke mulut Srigala" ...

Lalu apakah sebenarnya penyebab dari carut marutnya kondisi MLM di Indonesia ? Faktor pencetus utama permasalahan tersebut adalah ketiadaan makna (meaning) yang menyertai bisnis usaha berjenjang yang di "impor" dari Barat Ini.. Ketakbermaknaan inilah pemicu utama penularan penyakit di dunia maju saat ini. Di antaranya depresi, keletihan, sindrom kepenatan yang kronis, . Inilah yang disebut penyakit spiritual (Spiritual Pathology). (Saya kenal dengan beberapa praktisi MLM yang bicaranya "Mercy ... Rumah mewah ... uang milyar ..Mercy... Rumah mewah ..uang milyar...meskipun sudah 10 tahun ber MLM ria dan tidak mendapat semua itu ... ia tetap menemui sekian banyak orang untuk berbicara tentang Mercy ... Rumah mewah ... uang milyar ..Mercy... Rumah mewah ..uang milyar.)

Hal ini didukung oleh Hierarki Piramida Kebutuhan Abraham Maslow. Danah memaparkan bahwa pada 1959, studi terkenal dari Frederick Herzberg tentang hal yang memotivasi orang untuk bekerja, membuktikan kekeliruan yang fundamental pada Piramida Maslow. Betapa tidak, piramida lima tingkat milik Maslow--yaitu kebutuhan lapis pertama ''Kecukupan Fisiologis'', disusul dengan jenjang-jenjang berikutnya yaitu ''Keselamatan dan Keamanan'', ''Keterlibatan dan Hubungan Sosial'', ''Harga Diri'' dan ''Aktualisasi Diri''--sesungguhnya hanya menjadikan seseorang cenderung berkutat pada tingkat pertama (pemenuhan kebutuhan fisik) yang berujung pada ketamakan belaka, dan sedikit sekali yang mampu mencapai tingkat aktualisasi diri yang mengandung pemaknaan hidup. Namun apabila piramida ini dibalik, kebutuhan utamanya menjadi kebutuhan untuk ''Aktualisasi Diri''. , maka akan dengan sendirinya kebutuhan dasar tadi tercukupi.

Inilah jawaban dari `adakah jalan lain' itu. Spiritual Capital menawarkan sebuah paradigma baru yang sangat relevan dengan dunia MLM , yaitu ber MLM ria dengan visi bisnis yang tidak sekadar menaruh perhatian pada materi keduniawian belaka. Spiritual Capitals mencitrakan bisnis sebagai sebuah panggilan hidup, bisnis yang berorientasi pada pelayanan dan nilai.

Seorang Leader MLM yang saya kagumi pernah berpesan kepada saya : " Focuslah untuk melayani dan memberi jangan pertanyakan apa yang akan engkau dapat, fokuslah pada apa yang bisa engkau berikan ... karena Tuhan maha melihat ... karena "kalkulator" Nya tak akan pernah salah"

Mari kita ber MLM ria dengan semangat untuk melayani.

Semoga bermanfaat.

Putu Djajadiwangsa.
Blog Master : http://www.likalikumlm.blogspot.com
putudjajadiwangsa@gmail.com E-mail
+62 817 42 1691 SMS