Mumpung baru beberapa menit menapaki tahun 2012, tidak ada salahnya jika kita kembali bertanya : Benarkah jika kita sukses dalam ber MLM ria maka kita bisa pensiun muda ? Pensiun dalam arti sebenarnya lho, bukan pensiun bohong-bohongan. Pensiun seperti para mantan pegawai negeri yang duduk saja di rumah, tidak usah kerja lagi, tapi tetap dapat income setiap bulan ! ...
robert angkasa r
"Multi Level Marketing adalah suatu sistem pemasaran (marketing) dimana konsumen tidak hanya mendapat manfaat produk akan tetapi juga memiliki kesempatan untuk mendapat manfaat finansial dengan cara mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama sehingga terbentuk suatu komunitas konsumen yang terdiri atas beberapa (Multi) Tingkatan (Level) " ***** putudjajadiwangsa@gmail.com *****
about me I
Sabtu, 31 Desember 2011
Mari Kita Ber MLM ria di Tahun 2012 Dengan Niat Untuk Memberi Manfaat
Tahun 1999. Saya ingat betul, masih terbayang jelas dalam ingatan, seorang top leader MLM (Multi Level Marketing) didampingi oleh istrinya, berdiri di atas panggung dan berkata : " Tutup mata anda ... pikirkan 10 masalah yang sedang anda hadapi saat ini ... kemudian bayangkan anda mendapat uang yang banyak .... coba lihat lagi ! Dari 10 masalah yang anda hadapi saat ini, ada berapa banyak yang bisa hilang seketika ketika anda memiliki banyak uang !" <<< Member MLM yang berjumlah ribuan kemudian serentak berteriak : "Rruaaarrr Biasaaaa !" ....>>> dan ruangan yang sangat besar itu kemudian riuh rendah oleh gemuruh sorak sorai dan tepuk tangan dari ribuan orang peserta seminar yang ada saat itu.
Jumat, 30 Desember 2011
Tidak Ada Rahasia Di Dunia MLM
Meskipun anda sudah menjadi member MLM, di sebuah perusahaan MLM yang besar, yang memiliki produk yang bagus, support system yang solid, marketing plan yang canggih, namun anda belum tentu bisa menghasilkan uang melimpah dari dunia MLM... meskipun up-line anda setiap hari Memberitahu anda bagaimana caranya!
Selasa, 27 Desember 2011
Mereka Tertawa Saat Saya Memutuskan Untuk Duduk Di Depan Komputer, Namun Mereka Diam Saat Saya Mulai Memainkannya.
"Jika Anda Bisa Mengetik dan Mengakses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang Melimpah dari Internet... Hanya Jika Anda Tahu Caranya!"
Saya bisa mengetik, saya memiliki akses internet, artinya ... saya sudah memiliki "Syarat" itu dunk ;-) Bagaimana dengan anda ? Aha ! Saya yakin ... sangat yakin ... Anda tentu saja bisa mengetik dan sudah terbiasa ber internet ria. Artinya .. saya dan anda sama - sama memenuhi syarat untuk bisa menghasilkan uang melimpah dari internet. Betul ?
Masalahnya sekarang adalah : BAGAIMANA CARA MENGHASILKAN UANG dari internet ?
Senin, 26 Desember 2011
MLM dan Budaya Paternalistik
Masyarakat Indonesia yang kita cinta adalah masyarakat paternalistik. Itulah yang membuat perang Pangeran Diponegoro selesai tahun 1830, kenapa? Alasannya hanya satu : Karena Pangeran Diponegoro tertangkap. Masyarakat Indonesia yang kita cinta adalah masyarakat paternalistik. Itulah yang membuat perusahaan - perusahaan MLM ( Multi Level Marketing ) yang menggantungkan diri pada nama besar seorang publik figur harus ikut meredup seiring memudarnya pamor sang publik figur.
Kamis, 22 Desember 2011
MLM adalah Salah Satu sarana Untuk Mewujudkan Impian
Multi Level Marketing [MLM] adalah salah satu sarana bagi orang-orang yang memiliki impian untuk mewujudkan impiannya. Bisnis ini jelas legal. memiliki asosiasi yang bernama APLI dan dilindungi keberadaannya secara hukum.
Sebagaimana dalam dunia bisnis lainnya, dunia MLM adalah dunia spekulasi. Sistem sebaik apun tidak lebih dari upaya manusia untuk mencapai upaya optimal dalam mewujudkan keinginannya. Masalah hasil, tentu hanya Tuhanlah yang menentukan. Tidak ada seorang manusiapun yang bisa menjamin bahwa usaha yang dilakukan 100% pasti berhasil.
Tidak semua member MLM akan meraih apa yang diimpikannya. Tidak semua karyawan di perusahaan manapun bisa mendapat apa yang diimpikannya. Tidak semua siswa yang daftar UMPTN bisa masuk ke perguruan tinggi yang diharapkannya. Tidak semua pegawai honorer akhirnya diangkat jadi pegawai negeri. Jawabannya pasti tergantung kepada banyak hal : kerja keras, mental yang tangguh dan pantang menyerah, terus belajar, faktor keberuntungan dan tetap saja ujung-ujungnya adalah kehendak Tuhan. Manusia hanya berusaha, Tuhanlah yang menentukan.
Sebagaimana dalam dunia bisnis lainnya, dunia MLM adalah dunia spekulasi. Sistem sebaik apun tidak lebih dari upaya manusia untuk mencapai upaya optimal dalam mewujudkan keinginannya. Masalah hasil, tentu hanya Tuhanlah yang menentukan. Tidak ada seorang manusiapun yang bisa menjamin bahwa usaha yang dilakukan 100% pasti berhasil.
Tidak semua member MLM akan meraih apa yang diimpikannya. Tidak semua karyawan di perusahaan manapun bisa mendapat apa yang diimpikannya. Tidak semua siswa yang daftar UMPTN bisa masuk ke perguruan tinggi yang diharapkannya. Tidak semua pegawai honorer akhirnya diangkat jadi pegawai negeri. Jawabannya pasti tergantung kepada banyak hal : kerja keras, mental yang tangguh dan pantang menyerah, terus belajar, faktor keberuntungan dan tetap saja ujung-ujungnya adalah kehendak Tuhan. Manusia hanya berusaha, Tuhanlah yang menentukan.
Untuk Apa ber MLM Kalau Tujuannya Bukan Kaya Raya ?
Dalam tulisan - tulisan sebelumnya saya sering menyatakan bahwa untuk bisa kaya raya dari dunia MLM peluangnya tidak lebih bagus dari main poker di Las Vegas. Peluangnya kecil. Sangat kecil sekali. Jauh dibawah angka 1%.
Namun ...
Anggaplah definisi "kaya raya" itu adalah punya mobil seharga 500 Juta dan rumah seharga 500 juta, tabungan 500 juta dan penghasilan konstant 50 juta per bulan ....
Pertanyaannya adalah :
Berapa banyak peluang yang dimiliki oleh orang yang berkeinginan untuk bisa "kaya raya" seperti itu, dengan upaya membeli gerobak sate dan jualan sate keliling ? 1% ?
Berapa lama seorang tukang sate keliling akhirnya mampu membeli rumah, mobil, tabungan dan berpenghasilan 50 juta per bulan ? 1 Tahun ? 5 tahun ? 10 tahun ?
HANYA TUHAN YANG TAHU ...
Usaha dalam bidang apapun selalu harus dimulai dari NOL. Usaha apapun butuh keberanian untuk menanamkan modal tanpa tahu akan bangkrut atau untung. Usaha apapun, jelas butuh keyakinan untuk bisa sukses. Konyol kalau kita memulai sebuah usaha atau menjalankan usaha apapun dengan keyakinan penuh bahwa kita akan gagal dan tak akan pernah berhasil !
Urusan "ngajak mengajak" bukan hanya ada di dunia MLM. Tukang sate keliling mengajak orang-orang yang ditemuinya untuk membeli sate (Baca : Menawarkan). Sopir angkot dan kondektur mengajak calon penumpangnya untuk naik ke mobil angkutan. Para calon Bupati, Gubernur, bahkan Presiden mengajak simpatisannya untuk mencoblos nomor sekian.
Tidak ada satupun usaha di dunia ini yang tidak melibatkan orang lain, baik langsung maupun tidak langsung. Ketika seseorang MENGAJAK teman atau sahabat untuk melakukan usaha bersama dalam bidang apapun, dan MEMOTIVASI mereka untuk tekun dan bekerja keras dalam menjalankan usaha tersebut, maka semenjak awal semua pihak semestinya menyadari bahwa selain peluang untung, usaha itu pasti juga memiliki resiko rugi. Dan ketika resiko kerugian itu datang, tentu saja tidak perlu menyalahkan siapapun. Itu adalah resiko yang harus ditanggung sendiri. Tak perlu nguber orang lain untuk meminta ganti rugi.
Ketika saya menawarkan sebuah bisnis dengan modal tertentu dan menyatakan bahwa saya tidak bisa memberikan jaminan keberhasilan karena
gagal dan sukses sepenuhnya adalah keputusan Tuhan, apakah saya
termasuk seorang figur yang harus dijauhi ?
Sampai hari ini saya masih menggeluti bisnis MLM secara online. Sampai sejauh ini saya belum merasa rugi. Karena saya membuat sistem kerja yang sederhana : Cukup online 1 - 2 jam sehari. memang saya keluar uang sekitar 200 ribu sebulan untuk bayar koneksi internet, tapi sampai hari ini apa yang saya dapat jauh lebih besar dari apa yang saya keluarkan. Dalam periode tertentu saya pernah berhasil mencetak omzet di atas Rp. 100 Juta. Memang bonus yang saya dapat tidak besar, namun seringkali dalam satu bulan bisa lebih besar dari penghasilan saudara saya yang keliling jualan sate semalaman, karena tidak dipotong biaya tukang urut dan biaya untuk membeli alas kaki yang seringkali jebol karena kebanyakan jalan .
Setidaknya saya telah dan sedang belajar memasarkan barang dan jasa secara online (ini era tablet PC neh ;-) )
Robert T. Kyosaki dalam salah satu bukunya juga membahas bahwa salah satu keuntungan ber MLM ria adalah bertambahnya jejaring sosial. Banyak orang-orang kaya yang membagikan ilmu mereka dalam hal mengumpulkan kekayaan dengan sukarela, padahal di luar sana, orang- orang yang mengaku "motivator" jumpalitan ngundang orang buat ikut seminar mereka yang harga tiketnya kadang bikin kening kita berkerut :-)
Selama saya ber MLM ria, saya banyak bertemu dengan orang - orang pinter dan super kaya. Banyak diantara mereka yang memang sudah kaya raya dari "sono" nya (bukan dari ber MLM ria). Saya pikir nddak ada salahnya kita banyak bergaul dengan orang - orang yang jauh lebih pinter dan jauh lebih kaya dari kita dalam bingkai ber MLM ria. Meskipun tidak ada jaminan untuk bisa kaya raya seperti mereka, paling tidak saya
berpeluang besar untuk ketularan pinter seperti mereka ... ;-)
Namun ...
Anggaplah definisi "kaya raya" itu adalah punya mobil seharga 500 Juta dan rumah seharga 500 juta, tabungan 500 juta dan penghasilan konstant 50 juta per bulan ....
Pertanyaannya adalah :
Berapa banyak peluang yang dimiliki oleh orang yang berkeinginan untuk bisa "kaya raya" seperti itu, dengan upaya membeli gerobak sate dan jualan sate keliling ? 1% ?
Berapa lama seorang tukang sate keliling akhirnya mampu membeli rumah, mobil, tabungan dan berpenghasilan 50 juta per bulan ? 1 Tahun ? 5 tahun ? 10 tahun ?
HANYA TUHAN YANG TAHU ...
Usaha dalam bidang apapun selalu harus dimulai dari NOL. Usaha apapun butuh keberanian untuk menanamkan modal tanpa tahu akan bangkrut atau untung. Usaha apapun, jelas butuh keyakinan untuk bisa sukses. Konyol kalau kita memulai sebuah usaha atau menjalankan usaha apapun dengan keyakinan penuh bahwa kita akan gagal dan tak akan pernah berhasil !
Tidak ada satupun usaha di dunia ini yang tidak melibatkan orang lain, baik langsung maupun tidak langsung. Ketika seseorang MENGAJAK teman atau sahabat untuk melakukan usaha bersama dalam bidang apapun, dan MEMOTIVASI mereka untuk tekun dan bekerja keras dalam menjalankan usaha tersebut, maka semenjak awal semua pihak semestinya menyadari bahwa selain peluang untung, usaha itu pasti juga memiliki resiko rugi. Dan ketika resiko kerugian itu datang, tentu saja tidak perlu menyalahkan siapapun. Itu adalah resiko yang harus ditanggung sendiri. Tak perlu nguber orang lain untuk meminta ganti rugi.
Ketika saya menawarkan sebuah bisnis dengan modal tertentu dan menyatakan bahwa saya tidak bisa memberikan jaminan keberhasilan karena
gagal dan sukses sepenuhnya adalah keputusan Tuhan, apakah saya
termasuk seorang figur yang harus dijauhi ?
Sampai hari ini saya masih menggeluti bisnis MLM secara online. Sampai sejauh ini saya belum merasa rugi. Karena saya membuat sistem kerja yang sederhana : Cukup online 1 - 2 jam sehari. memang saya keluar uang sekitar 200 ribu sebulan untuk bayar koneksi internet, tapi sampai hari ini apa yang saya dapat jauh lebih besar dari apa yang saya keluarkan. Dalam periode tertentu saya pernah berhasil mencetak omzet di atas Rp. 100 Juta. Memang bonus yang saya dapat tidak besar, namun seringkali dalam satu bulan bisa lebih besar dari penghasilan saudara saya yang keliling jualan sate semalaman, karena tidak dipotong biaya tukang urut dan biaya untuk membeli alas kaki yang seringkali jebol karena kebanyakan jalan .
Setidaknya saya telah dan sedang belajar memasarkan barang dan jasa secara online (ini era tablet PC neh ;-) )
Robert T. Kyosaki dalam salah satu bukunya juga membahas bahwa salah satu keuntungan ber MLM ria adalah bertambahnya jejaring sosial. Banyak orang-orang kaya yang membagikan ilmu mereka dalam hal mengumpulkan kekayaan dengan sukarela, padahal di luar sana, orang- orang yang mengaku "motivator" jumpalitan ngundang orang buat ikut seminar mereka yang harga tiketnya kadang bikin kening kita berkerut :-)
Selama saya ber MLM ria, saya banyak bertemu dengan orang - orang pinter dan super kaya. Banyak diantara mereka yang memang sudah kaya raya dari "sono" nya (bukan dari ber MLM ria). Saya pikir nddak ada salahnya kita banyak bergaul dengan orang - orang yang jauh lebih pinter dan jauh lebih kaya dari kita dalam bingkai ber MLM ria. Meskipun tidak ada jaminan untuk bisa kaya raya seperti mereka, paling tidak saya
berpeluang besar untuk ketularan pinter seperti mereka ... ;-)
Semoga Bermanfaat.
Silahkan hubungi saya untuk berbagi cerita seputar lika-liku MLM.
Silahkan hubungi saya jika anda berminat untuk menerbitkan tulisan - tulisan saya menjadi sebuah buku :-)
putudjajadiwangsa@gmail.com
www.likalikumlm.blogspot.com
Silahkan hubungi saya untuk berbagi cerita seputar lika-liku MLM.
Silahkan hubungi saya jika anda berminat untuk menerbitkan tulisan - tulisan saya menjadi sebuah buku :-)
putudjajadiwangsa@gmail.com
www.likalikumlm.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)





